Konsultan Bisnis Khusus Feasibility Study atau sering disebut konsultan FS atau konsultan studi kelayakan yang digunakan jasa untuk menganalisis apakah bisnis tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Kajian Feasibility Study bukan hanya menyatakan layak atau tidak namun di dukung oleh data dan analisis yang kuat dari berbagai aspek bisnis seperti aspek hukum, aspek lingkungan, aspek sosial, aspek teknik, aspek ekonomi, aspek pasar serta aspek keuangan. Setiap aspek dalam kajian ini akan saling berhubungan untuk dapat menentukan layak atau tidaknya. Kami akan membantu pelaku usaha, investor, maupun instansi dalam menilai apakah suatu rencana bisnis atau proyek layak untuk dijalankan, dikembangkan, atau tidak direalisasikan berdasarkan analisis yang komprehensif dan sistematis.

Pada aspek hukum, konsultan meninjau kesesuaian proyek dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk legalitas usaha, perizinan, status kepemilikan lahan, serta regulasi pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan proyek. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proyek dapat dijalankan secara sah dan tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.
Selanjutnya, aspek lingkungan dianalisis untuk mengetahui potensi dampak kegiatan proyek terhadap lingkungan sekitar. Kajian ini meliputi potensi pencemaran, pengelolaan limbah, penggunaan sumber daya alam, serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan agar kegiatan proyek tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Aspek sosial juga menjadi perhatian penting dalam studi kelayakan. Pada aspek ini, konsultan mengevaluasi dampak proyek terhadap masyarakat sekitar, seperti peluang penyerapan tenaga kerja, perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta tingkat penerimaan masyarakat terhadap keberadaan proyek tersebut.
Pada aspek teknik, konsultan menganalisis berbagai hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan proyek, seperti pemilihan lokasi, teknologi yang digunakan, kapasitas produksi, kebutuhan bahan baku, peralatan, serta proses operasional yang akan diterapkan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proyek dapat dijalankan secara teknis dengan efisien dan optimal.
Kemudian aspek ekonomi menilai kontribusi proyek terhadap perekonomian secara lebih luas, baik pada tingkat daerah maupun nasional. Analisis ini mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, aspek pasar mengkaji potensi permintaan terhadap produk atau jasa yang akan dihasilkan oleh proyek. Dalam aspek ini dianalisis kondisi pasar, tingkat persaingan, segmen konsumen, strategi pemasaran, serta peluang dan tantangan yang mungkin dihadapi di pasar.
Terakhir, aspek keuangan merupakan analisis yang berfokus pada kelayakan investasi dari sisi finansial. Kajian ini meliputi estimasi biaya investasi, biaya operasional, proyeksi pendapatan, arus kas, serta perhitungan indikator kelayakan seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Benefit Cost Ratio (BCR).
Secara keseluruhan, setiap aspek dalam studi kelayakan tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Hasil analisis dari seluruh aspek tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan apakah suatu proyek layak untuk dilaksanakan, perlu diperbaiki, atau sebaiknya tidak dijalankan. Oleh karena itu, peran konsultan Feasibility Study sangat penting dalam membantu investor maupun pengambil keputusan untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan peluang keberhasilan suatu proyek.