Untuk memulai suatu apa saja yang harus dilakukan? apalagi bisnis yang akan dijalankan membutuhkan modal yang besar seperti bisnis Rumah Sakit, Apartemen, Mall, Hotel, Sekolah, Restoran, perumahan, pelabuhan, kawasan industri, Kapal, pabrik, Tempat wisata, klinik dan lainnya. Sehingga para pemilik bisnis harus berpikir 100 atau bahkan 1000 kali dan banyak persiapan yang harus dilakukan salah satunya membuat perencanaan bisnisnya dengan Studi Kelayakan Bisnis (SKB). Kajian Studi Kelayakan Bisnis (SKB) membutuhkan orang/tim yang profesional dan berpengalaman untuk mengerjakannya yang dinamakan Konsultan Studi Kelayakan Bisnis (SKB). Konsultan Studi Kelayakan Bisnis (SKB) merupakan jasa yang mendampingi pebisnis untuk merancang dan mengkaji bisnisnya dari awal serta pada akhir kajian memberikan rekomendasi apakah bisnis tersebut layak atau tidak untuk di jalankan.

Dalam kajian tersebut membahas beberapa aspek yang berkaitan terhadap bisnis seperti aspek legalitas yang mengkaji apakah dari segi hukumnya layak menajalankan bisnisnya, apa saja berkas yang harus disiapkan serta alur kegiatan pengurusan izin tersebut.
Aspek Teknis yang mangkaji kondisi bangunan bisnis, layout, jumlah peralatan dan mesin yang dibutuhkan dan fasilitas pendukung bisnis lainnya. Pada aspek lokasi akan mengkaji kondisi lokasi bisnis, kondisi lingkungan bisnis, kondisi akses menuju lokasi binis, jarak bisnis ke fasilitas sekitranya. Pada aspek manajemen akan mengkaji bagaimana menajemen bisnis sehingga berjalan dengan efektif dan efisien, menentukan jumlah tenaga kerjanya, membuat struktur organisasi nya, membuat job deskription dan job spesificationnya.
Aspek ekonominya akan mengkaji ekonomi secara mikro seperti kondisi inflasi nasional atau daerahnya, nilai tukar rupiahnya, pertumbuhan ekonominya, PDRB dan tingkat invelasinya. Pada bagian aspek pasarnya akan mengkaji jumlah konsumennya secara keseluruhan, jumlah segmen pasar, jumlah target pasar, metode pemasarnnya, kondisi pesaing sekitar objek kajian. Pada aspek keuangannya akan mengkaji besarnya investasi, sumber investasi, proyeksi pendapatan, proyeksi pengerluaran, proyeksi laba-rugi, proyeksi arus kas, kondis neracanya, analisis indikator kelayakannya seperti NVP yang positif, IRR lebih besar dari diskon rate, kondisi balik modal, nilai BEP nya, nilai ROI dan indikator kelayakan lainnya.
Untuk menggunakan konsultan Studi Kelayakan Bisnis (SKB) dapat menghubungi kami melalui kontak kami pada laman website ini.